Berbagi Rezeki Dengan Menyantuni Anak Yatim -Piatu

Gambar mungkin berisi: 6 orang

Yatim merupakan anak yang ditinggal wafat ayahnya dalam usia anak belum mencapai masa balig/dewasa. Menurut Ahmad Khanan, S.Ag, M.Pd.I, selaku Pembina OSIS, mengatakan, “Memberikan santunan anak yatim sering menjadi pilihan masyarakat dalam berbagi rezeki kepada sesama, sebab keutamaan dan pahala seseorang yang membantu anak yatim begitu besar.” Senada dengan itu, Indah Eko Cahyani,M.Pd selaku Waka bidang Kesiswaan mengungkapkan, “Meskipun anak yatim telah berusia di atas 15 tahun, secara fisik ia masih punya hak untuk memperoleh santunan”. Singkat kata, selama anak yatim masih bersekolah dan belum bekerja, maka ia masih bisa mendapat santunan, ungkap Indah Eko Cahyani, M.Pd

Gambar mungkin berisi: 12 orang, orang berdiri

Hari Selasa, tanggal 10 September 2019 M yang bertepatan dengan tanggal 10 Muharram 1441 H pukul 07.00 sampai dengan 09.30 wib bertempat di halaman depan Aula SMK Negeri 1 Slawi diselenggarakan kegiatan santunan anak yatim piatu. Acara dimeriahkan penampilan grup hadroh anak-anak Rohis SMK Negeri 1 Slawi binaan Bapak Drs. Muhammad Aminudin dan Bapak Arif Mulyadi, S. Pd.I, M.Pd. Sebelum penyerahan santunan disampaikan ceramah agama oleh Al-Ustadz Amin Mahyudin dari Grobog Kulon.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, keramaian, pohon dan luar ruangan

Kepala sekolah, Drs. Sufian, M.Eng., dalam sambutannya menyampaikan, “Pembekalan secara agama dan pendidikan yang memadai menjadi kebutuhan anak yatim agar dapat hidup mandiri ketika beranjak dewasa.” Selain itu, kepala sekolah juga menyampaikan dana santunan yang terkumpul sejumlah Rp 20.250.000 yang berasal dari infaq para guru dan karyawan sebesar Rp 8.875.000, dari Alumni TKJ sebesar Rp 6.176.000, dari Alumni Akuntansi sebesar Rp 250.000, dari Alumni 1986 sebesar Rp 1.350.000, dan dari Infaq Jumat siswa SMK Negeri 1 Slawi sebesar Rp 3.599.000, yang diberikan kepada 45 anak yatim piatu warga Kelurahan Kudaile, Desa Trayeman, Kelurahan Procot, Desa Grobog Kulon, dan Desa Kalisapu, dengan mendapatkan uang sebesar Rp 450.000 tiap anak.

Gambar mungkin berisi: 9 orang, orang tersenyum, orang berdiri dan orang di panggung

Sementara itu, Waka Humas SMK Negeri 1 Slawi, Y.Agung.I,S.E,S.Kom,M.Pd juga mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya atas partisipasi dari Bapak/Ibu guru dan karyawan, siswa-siswi serta tentu saja para alumni SMK Negeri 1 Slawi, “semoga harta yang dikeluarkan di jalan Allah SWT, tercatat sebagai amal sholeh dan dibalas oleh-Nya dengan yang lebih baik. Aamiin yaa Rabbal ‘alamin. (Khan)

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang duduk, pohon dan luar ruangan
Gambar mungkin berisi: 10 orang, orang tersenyum, keramaian, pohon dan luar ruangan
Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, keramaian, pohon dan luar ruangan
Gambar mungkin berisi: 8 orang, orang tersenyum
Gambar mungkin berisi: 3 orang, anak
Gambar mungkin berisi: 8 orang, orang duduk dan anak
Gambar mungkin berisi: 6 orang, orang berdiri
Gambar mungkin berisi: 2 orang, keramaian, sepatu dan luar ruangan
Gambar mungkin berisi: 13 orang, orang duduk
Gambar mungkin berisi: 8 orang
Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang duduk dan keramaian
Gambar mungkin berisi: 10 orang, orang berdiri
Gambar mungkin berisi: 6 orang, orang berdiri
Gambar mungkin berisi: 8 orang, orang berdiri

Foto acara lebih lengkap bisa dilihat di :

https://www.facebook.com/354196178621778/posts/396118824429513/

Yatim merupakan anak yang ditinggal wafat ayahnya dalam usia anak belum mencapai masa balig/dewasa. Menurut Ahmad…

Posted by HUMAS SMKN 1 SLAWI on Tuesday, September 10, 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *